Tepat ditanggal 27 Mei 2020 ketika mataku baru terbuka, aku ingin ke teras depan untuk sekedar melihat udara pagi. Sebelumnya Ibu curiga dari dalam rumah seperti ada bau kotoran kucing. Kupikir sisa makanan kucing yang terletak di atas kulkas yang ku beri tadi malam, yaitu nasi pindang. Jadi aku langsung menyingkirkan dan membuangnya. Namun bau itu tak kunjung hilang. Akhirnya akupun berjalan menuju teras dengan keponakanku yang menginap di rumahku tadi malam, dia melihat ada kotoran kucing di depan pintu. Sontak aku langsung menghindarinya. Dan setelah beberapa detik baru duduk di kursi depan, kulihat kaki kucingku Liteng di bawah meja, saat kubuka taplak meja ternyata dia sudah mati terkapar ( hua…hua..hua) aku langsung nangis saat itu juga. ternyata kucingku mati terkena racun tikus. Ya sudah hampir 4 atau 5 kucing mati dengan racun tikus dalam seminggu. Tentunya matipun tidak jauh dari rumahku. Saya sedih sekali ketika itu. Saya tidak bisa seuzon dengan tetangga tapi yang jelas pelakunya adalah orang yang tak jauh dari rumahku.
Ketika puasa pun sama kejadiannya, kucing liar yang biasa kuberi makan tiba-tiba mati mendadak dengan mulut mengeluarkan busa / air liur. Namun aku tak menuntut atau mencari tahu. Tetapi semakin ke sini kucing yang mati tambah banyak. berarti ini pertanda orangnya yang GOBLOK. Masang racun tikus di sembarang tempat. Aku tahu dia masang di rumahnya sendiri tapi cukup GOBLOK BANGET. Namun tanggpanku direspon sinis menyalahkanku yang punya kucing, kenapa kucingnya gak di kandang, “mangkle batinku”
Aku pun naik pitam. Akhirnya ku buat selebaran bentuk JPG kukirim lewat wa ayahku. Sebelumya aku chat ke Pak RT namun dia tidak bisa mengsharekan ke grup RT. Dia menyarankan kenapa gk lewat hp nomor ayahmu?. Dan aku juga gak terlintas. Terpaksa kukirim lewat grup wa ayahku tanpa sepegetahuannya. Setelah itu, aku ke fotocopi untuk memperbanyak lembaran himbauan sembari mengirim permintaan maafku kepada ayah yang telah lancang mengirim wa lewat nomornya. Saat disharepun tentunya ada yang kontra.
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, gak semua orang punya rasa peduli atau empati kepada mahkluk Tuhan lainnya. Terbukti yang mereka pikirkan hanya untuk kepentingan ego dirinya sendiri, demi ingin membunuh Tikus / werok –werok yang ada di sekitar tanpa memikirkan bahwa tetangganya ada yang punya kucing. Emang secara hukum dia menang, karena racun ditaruh di rumah dia. Dan bukan niat untuk meracun kucing. Tapi kalau udah mati sampe 5x itu tandanya “ELO GOBLOK MANUSIA BEGO” sebal aku. Sebenarnya pasti banyak cara lain untuk membunuh tikus / werok selain Racun Tikus yang bubuk. Sumpah ini orang kebangetan gobloknya. Jujur sedih banget aku.
Aku bersumpah semoga dia mati keracunan. Amin ya robbal Alamin. Buat kucingku sekarang kamu udah tenang Liteng di Surga. Dan aku yang akan membalaskan dendammu dengan cara meminta Tuhan supaya dia disadarkan kalau perlu menyusul masuk surga juga secara secepatnya Amin.