Kamis, 18 Februari 2021

Pengalamanku

 

3 Februari 2021

Tuhan bisakah saya jadi PNS?. Bisakah saya melanjutkan S2? Tuhan saya gak mau dipandang sebelah mata oleh laki-laki. Gak munafik juga mereka matre. Jaman sekarang bukan hanya perempuan yang bisa matre. Laki-laki juga.

Tuhan saya bosan sendiri. Saya ingin menikah, damai dan hidup tentram. Tuhan bantu hamba merubah nasib. Mohon dengan sangat. Harapan saya saat ini adalah semoga saya diterima di DPPMA (Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak). Saya bingung harus kemana lagi. Hampir semua perusahaan sudah saya ajukan lamaran. Sampe mas-mas rental computer bilang “mbak apa gak bosan dari dulu masukan lamaran kerja terus”?? wow kaget dong pastinya, seperti disamber gledek. Secara dari dulu saya selalu Nomaden dari perusahaan 1 ke perusahaan lain. Dari perusahaan Permata Finance, awal pertama kerja dengan gaji 750ribu, lalu pindah lagi ke Simas Multifinance, yang berlangsung hanya 1 bulan. Setelah itu saya daftar di KIA Mobil dengan posisi sales bersama teman kecil saya yaitu Mutia. Itupun hanya berlangsung 3 bulan saja karena saya tak target.

Akhirnya daftar lagi di distributor besi, mungkin karena orang tua saya malu. Pasalnya lulusan S1 cuman kerja di toko. Bapak saya mencari refrensi pekerjaan di sekolah. Yaitu SMP 7 dan SMP 13, yang saya pikirkan ketika itu hanya uang..uang..uang..dan uang. Karena membayangkan ketika menerima gaji yang saya dapatkan adalah sedikit.

Saya baru masuk di sekolahan 2 hari, saya sudah resign. Lalu setelah 1 bulan berikutnya saya ditawarin kerja lagi di proyek sebagai admin kantor. Ya lagi..lagi saya gak betah karena setiap hari harus berkumpul dengan orang-orang jalan dengan kehidupan kejam. Belum lagi pimpro (Pimpinan Proyek) yang mata keranjang. Sudah tua tapi masih suka genit kepada perempuan.

Saya akan cerita sedikit tentang kehidupan di proyek. Di proyek itu seperti kehidupan keras. Kenapa saya bisa bilang begitu?hampir setiap hari saya digoda oleh laki-laki di sana. saya ditawari rokok dan miras, karena memang saat itu di sana saya memperlihatkan sisi buruk dengan merokok. Mencoba miras, hingga kepala saya pusing dan hampir gak bisa jalan. Saya diantar oleh pimpro di kos-kos san.

Gak munafik kerja di proyek itu plus minus. Senengnya karena anggap aja kamu lagi happy2 tetapi dibayar. Tiap hari kamu kerja hanya menghabiskan waktu dengan main-main, bersendau gurau, piknik, seneng-seneng dan makan enak. Duit utuh diberi fasilitas / mess/ kos-kosan. Gimana ya pokoknya susah dicritain. Intinya cuman seneng-senenglah. Tapi sedihnya apa coba??

Betul kamu setiap hari harus bergumul di bawah terik sinar matahari, pasir-pasir belum lagi digodai para lelaki yang ada. Banyak kamuflase juga. seperti mengganti kwitansi dari yang semula harganya lebih murah tetapi di situ ditulis lebih mahal.

Sistem pembayaran / penggajian adalah harian atau upah. Persis seperti buruh harian lepas. Dulu saya masih inget kalau gak salah per hari dibayar 45ribu per hari. Rinciannya 35ribu upah harian + 10 ribu untuk makan. Itu baru bersih. Tetapi dasarnya saya ndablek, males, masuk kerja aja sering telat. Yah kerja niat – niatan kadang males-malesan gitu.

Di proyek pun saya hanya berlangsung selama 8/9 bulan. Lalu saya diterima di Multindo Autofinance. Lagi-lagi dengan hasil yang sama tidak berlangsung lama. Hahahaha. Ya hanya berlangsung selama 5 bulanan aja. Nasib banget sih jadi orang. Pasalnya saya orangnya keras kepala. Jadi susah untuk bisa mengalah dengan orang. Tetapi akhirnya dari sini saya sadar bahwa saya harus lebih mengcontrol emosi saya. Lalu saya melamar lagi di CS Multifinance yang sekarang menjadi BCA Multifinance dengan posisi yang sama yaitu staff admin. Di sini saya lebih menangani nsaabah dengan keterlambatan 3 bulan ke atas. Jujur dari diantara pekerjaan yang saya lamar dan jalani di tempat inilah saya merasa paling nyaman. Baik teman maupun sistem kerjanya. Selama saya bekerja di sinilah yang paling lama hampir 3 tahun kurang 2 bulan. Dan banyak suka duka dalam pekerjaan ini. Pasalnya banyak permasalahan yang dihadapi entah itu dari rekan kerja dan nasabah. Sering terjadi adu otot dengn debt colector, clector dan nasabah itu sendiri.

Sampai pihak LSM turun langsung untuk membela nasabah.pernah suatu kejadian saya dibentak LSM yang membela nasabah dengann menggebrak meja. Sontak saya kaget. Dengan reflek saya langsung membentaknya sambil mengeluarkan kata KELUARRRRR!!!!!. Rame banget saat itu suasana kantor. Langsung melerai saya dengan LSM itu. Sampai sang LSM melotot-lotot dan digiring keluar.

Pengalaman inilah yang tidak akan saya lupakan. Karena baru seumur-umur saya membentak dengan lantang kepada nasabah. Namun semua ini akan menjadi pelajaran, adapun pelajaraqn lainnya yaitu dari debt collector atau colector sendiri dengan menilep uang angsuran nasabah dengan membohongi nasabah memakai kwitansi palsu. Intinya banyak pelajaran hidup yang saya ambil dari tempat bekerja yang saya jalani waktu itu.

Setelah 3 tahun dilalui saya menganggur 1 bulan lalu saya bekerja lagi di Mikro Ventura. Masih sama sejenis pembiayaan. Di sinipun sama seperti sebelumnya. Saya hanya bertahan selama 3 bulan karena tidak target dengan posisi marketing officer. Belum genap 1 bulan saya mendapat pekerjaan baru lagi, yaitu di Sidji Hotel Pekalongan, namun lagi-lagi gala  yaitu saya tidak diperpanjang selama masa prohibition yaitu hanya 3 bulan saja dari bulan November – Januari 2019. Kemudian saya melamar lagi di BPR Central Artha dengan refrensi teman pada bulan Februari 2019, sebagai marketing officer lagi. Salah satunya adalah saya membagikan brosur di pasar, kantor-kantor atau toko-toko kelontong dan didokumentasikan sebagai laporan pertanggungjawabapan pekerjaan. Sama seperti sebelum-sebelumnya saya hanya bertahan selama 8 bulan.

Di sinilah babak baru dimulai, pasalnya setelah saya diresignkan dari BPR Central Artha lalu beberapa bulan kemudian ada pandemic Corona, ya saya menganggur kurang lebih selama 2,5 tahun. Sungguh paling lama menganggur yang saya alami. Dari sini saya mulai berdamai dengan diri sendiri. Saya belajar kehidupan dengan dari youtube, cuplikan-cuplikan video motivasi ig. Selama di rumah saya juga mendaftar pekerjaan di berbagai perusahaan, namun apa hasilnya?? Ya saya belum berhasil mendapatkannya. Gagal dan gagal lagi.

Akhirnya saya punya ide untuk jualan dimsum. Kenapa saya memilih dimsum, karena saya menyukainya. Jika saya membeli kebanyakan rata-rata mahal. Nah kalau bikin sendiri bisa puas untuk memakannya. Hanya saja kulit yang masih saya pakai adalah kulit pangsit bukan kulit dimsum. Jadi masih terasa kaku. Saya isi hari-hariku dengan berjualan pisang krispi dan dimsum “balina”.

Jualanpun tidak setiap hari ramai, terkadang sepi. Tentunya saya punya banyak waktu kosong di rumah. saya gunakan waktu kosong ini untuk membaca, kadang ke perpustakaan terkadang sering beli buku-buku online. Buku yang saya baca dan beli merupakan buku self development atau tentang motivasi kehidupan. Dalam 2,5 tahun benar-benar diuji saat titik rendah. Namun ada 1 yang menguatkan yaitu saya lihat dari youtube DN Resutari. Bagaimana menghadapi hidup dengan menjalankan sholawat dan prinsip Law Of Attraction. Dari sini saya menerapkan untuk setiap harinya.

Semenjak itu, saya melakukan sholawat paling tidak sehari 1000x. Awalan 500x karena terlalu berat ketika belum terbiasa dan masih mencoba. Sambil menjalankan sholawat dan mendaftar pekerjaan di berbagai perusahaan dan dinas. Berbagai penolakan dan tidak mencakup kriteria terutama umur, sering saya terima. Hampir putus asa bahkan ada niat untuk mengakhiri hidup itu muncul. Sampai pernah suatu ketika saking putus asanya saat setelah shalat saya pernah meminta dan berdoa “Ya Tuhan jika saya hidup tidak bisa memberi manfaat maka ambillah saja nyawaku” kata-kata ini keluar dengan spontan saking frustasinya. Tetapi untung masih ada iman di hati. Sedekah juga saya lakukan, sedekah saya lakukan ini buat bersihin diri aja.

Berjalannya hari demi hari saya lakukan sholawat kurang lebih selama 2 tahun. Alhamdulillah banyak sekali keajaiban-keajaiban yang saya dapatkan. Diantaranya misal dalam hati saya pengen bubur ayam eh tiba-tiba ada saudara dateng sambil bawain bubur ayam, terus saya pernah mengucap saya semoga mendapat uang arisan buat sangu di Solo, eh beneran dapet arisan. Hahaha. Bener-benar rasanya langsung diijabah dan masih banyak lagi contoh yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Dari waktu ke waktu berjalan seperti biasanya, saya berjualan dimsum. Lalu kalau saya bosan ke perpustakaan sekedar ingin merefresh otak. Dengan membaca dan tempat yang nyaman, untuk mendapat inspirasi. Di samping itu saya juga lakukan sedekah untuk setiap harinya. Bukan masalah nominal tapi konsistennya itu. Terkadang sesuatu yang baik memang dipaksakan sedikit demi sedikit. Seperti mengamalkan sholawat setiap hari. Adapun sholawatnya seperti ini Allahumma sholli wassalim alla sayyidina muhammad. Sebanyak  1000x setiap hari. Dalam sepanjang mengamalkan sholawat terkadang ada rasa tidak sabar atau menunggu kapan impian saya terwujud sambil membayangkan bahwa seakan-akan saya sudah mendapatkan apa yang saya inginkan.

Saat itu saya sedang berharap bisa keterima cpns di Dinas Pendidikan kota Pekalongan. Sambil membayangkan setiap sholat  saya memakai seragam KORPRI dan Khaki. Dan kebetulan ibu saya mempunyai sprei motif KORPRI. Pas banget buat divisualisasikan hehehe. Setelah sholat seragam KORPRI tersebut saya taruh di atas sajadah sambil disholawatin dan dibayangin. Baru kali ini saya mendaftar cpns dengan saingan ribuan. Keinginan saya sebelumnya memang pengen bekerja di kantor intansi pemerintahan.

Berbagai kantor instansi saya lamar. Berbagai penolakan juga saya terima. Akhirnya di kala saya sudah hampir menyerah, di situlah keajaiban mulai datang. Awalnya saya memasukkan CV ke perpustakaan, DINPERKIM, DPPMA (Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak). Namun hasilnya NIHIL hahaha nasib bener. Saya juga memasukkan lamaran di sekolah-sekolah sebagai tenaga pengajar. Tetapi lagi-lagi belum rejeki, gagal maning...gagal maning son. Akhirnya saya disuruh memasukkan lamaran di Dinas Pendidikan kota Pekalongan  dengan setengah niat dan gak niat. Berbagai tahapan tes saya lalui. 2 hari tes piskotest dan interview. Akhirnya pada tanggal 4 Januari saya mendapat telfon dari kode 0285 bahwa saya dinyatakan keterima sebagai tenaga kegiatan di Dinas Pendidikan.

Seneng dong setengah agak gak percaya juga. What beneran ini saya diterima di Dinas Pendidikan. Tapi ini kenyataan meskipun hanya tenaga honorer. Apa yang saya impikan benar-benar terwujud. Saya menerapkan ilmu Law Of Attraction yang saya dengarkan lewat youtube dari Ustad Yusuf Mansyur. Akhirnya apa yang saya tuliskan, saya inginkan bener-benar menjadi kenyataan. Tetapi saat ini yang masih jadi impian saya adalah menjadi seorang ASN Amin ya Robbal Allamin.

Tentang Jodoh

Bicara tentang  itu, kita memang tidak pernah tahu bahwa kapan mati, rejeki, jodoh dan anak diberi. Seperti  halnya jodoh, yang dirasa telah yakin dan mantap. Tiba – tiba di tengah jalan dia tertikung oleh yang lain. Atau bisa jadi dimana saat akan menjelang hari H pernikahan, si calon mempelai ternyata dipanggil oleh yang Kuasa. Itulah kehidupan kita menjadi sebuah rahasia Tuhan tidak ada yang bisa menebak.

Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa yang baik-baik aja. Istilahnya let it flow. Berjalan mengalir apa adanya. Seperti yang saya alami sekarang. Ketika saya menemukan teman atau sahabat yang saya pikir nyambung, nyaman. Namun kenyataannya di tengah jalan kita berpisah sementara.

Dia yang semakin menjauh dari saya. Bisa jadi lebih tepatnya ilfeel sama saya. Tetapi ya sudahlah. Saya kembalikan kepada yang di atas. Karena semuanya apa yang di dunia ini hanya milik Engkau ya Allah. Intinya adalah kita selalu berkhusnudzon kepada Allah. Berdoa…berdoa dan berusaha. Semuanya tidak ada yang tidak mungkin dalam hal apapun. Apapun itu saya tegaskan lagi. Bisa jadi di Desember 2021 ini saya menikah dengan laki-laki yang memang dikirimkan Tuhan untuk saya.

Saat ini saya hanya bisa berandai-andai karena saya tidak mau terlalu berharap kepada manusia. Entar jatuhnya sakit, jika tidak sesuai harapan. Bukan begitu bukan??.

 

Wassalam. Waallahualam bis showab