Minggu, 18 Oktober 2020

My Dream

  Dari semenjak SD saya memang suka membaca. itu tersirat jelas ketika saya pulang sekolah saya sering membeli buku bacaan tipis tentang azab dan nikmat di akhirat yang disertai gambar-gambar orang yang sedang melewati jembatan shirotol mustaqim dll, lalu saya juga meminjam komik dari teman seingat saya dengan judul "Hezel dan Grethel" kalau tidak salah saya SD kelas 2 atau 3 baca buku itu. Kemudian saya juga sering membaca komik diantaranya Cerita Horor Petruk dan Gareng, Detektive Conan, Doraemon,  Manga dan novel Lupus kecil, novel Puteri Putih Salju.

Memang membaca tidak membuat saya pintar bahkan bisa dibilang sayapun murid yang pas-passan di kelas. Hahaha cukup mengenaskan bukan. Namun minat baca saya tak pernah pudar, terutama jika berbau komik saya suka sekali. Dulu waktu SD saya selalu mengimajinasikan diri saya dalam komik "Detektiv Conan" ya seakan-akan saya ikut dalam cerita itu, bahkan sampai terobsesi ingin ke Jepang. Hingga mengingat kota-kota yang terkenal di Jepang diantaranya Tokyo, Kyoto, Sapporo dan Hokkaido. Saking halunya saya juga membeli alarm dari sales keliling yang bisa membandingkan selisih-selisih jam di dunia wkwkwk. Saya suka dan senang sekali saat itu, saya masih ingat harganya cukup mahal juga karena alarm digital Rp 30.000,- sekitaran tahun 1999 / 2000an. 

Waktupun terus berlalu, dimana ditahun 2003 saya tetap masih suka membaca, namun belum bisa mengembangkan. saya membaca buku-buku dari koleksi ayah, lebih ke buku agama sih. Saya juga masih mengingat buku-buku apa yang saya baca waktu itu. diantaranya buku bacaan "Hikmah", "Buku Teladan" lalu majalah "Intisari" yang masih saya ingat dari cerita itu ada kisah seorang raja yang punya tanduk, lalu kisah seorang Abu Nawas yang cerdik dan di majalah "Intisari" saya juga menyukai cerita misteri. Yang membuat saya heran ialah saya suka membaca buku bacaan tentang cerita-cerita tetapi jika saya disuruh baca buku sekolah rasanya ngantuk dan pusing. Sehingga saya jarang mendapatkan peringkat di kelas. 

Sampai saya SD, SMP dan SMA masih sama belum menunjukkan perubahan. Membaca hanya untuk  konsumsi diri sendiri. Jujur saya merasa sedih baik dari SD, SMP, SMA hingga kuliah saya tergolong anak yang aneh. cara berpikirku yang lambat alias telmi. di SMP pun saya terkenal dengan panggilan "ONENG" saya tak pernah merasa marah sih. karena memang kenyataannya dengan kekuranganku yang seperti itu. Namun saya tidak pernah patah semangat. Saya selalu Survive for my self. Dari kecil saya selalu mempunyai pikiran yang terlihat berbeda dari anak-anak sewajarnya. Hal ini sampai terbawa hingga saya lulus kuliah dan memasuki dunia kerja.

Di dunia kerja pun sama, saya selalu mengalami kesulitan dalam mengahadapi komunikasi dengan teman, padahal menurut saya yang pekerjaan yang saya lakukan adalah hal mudah. Namun kebiasaan dari karyawan yang lebih senior tidak boleh salah, itu yang membuat saya sering bertanya dan takut akan melakukan sesuatu hal. Saya sering mendapat penolakan, tak disukai oleh bos karena saya dianggap tidak mampu dan tidak bisa menyesuaikan dengan cepat. Karena di kantor itu dibutuhkan karyawan yang langsung bisa menyesuaikan dengan keadaan, sedangkan saya?? Yah tau sendirilah permirsa. Tetapi lagi-lagi saya diingatkan agar tak pantang menyerah. 

Hingga di hari-hari saya selama ini bertemankan dengan buku yang membangkitkan mental / jiwa untuk sepi ini. Saya berharap suatu saat saya bisa sukses dengan cara saya sendiri. Dengan melewati berbagai banyak kegagalan, tangisan serta kisah kehidupan yang tidak bisa diceritakan. Namun saya percaya bahwa kerja keras, pantang menyerah, persistent ini akan membuahkan hasil suatu saat nanti.

Sekarang ini kesibukan saya hanya suka memasak, dan sedang mebuka usaha bisnis kecil-kecilan yaitu Banana pisang krispi dan dimsum. Saya tahu terkadang omzet itu tidak mesti tiap hari penjualan laku. Ibaratnya saat ini saya sedang membabat alas.


Tuhan tolong bantu saya, sukseskan saya sesegera mungkin Amin ya Allah.


Senin, 01 Juni 2020

Motivasi untuk diriku sendiri

Bagaimana Menghadapi Quarter Life Crisis Atau Titik Terendah Dalam Hidup

Di tahun 2020 ini tentunya akan menjadi tahun yang membuat semakin worried up bagi saya. Pasalnya di usiaku yang hampir menginjak 30 tahun ini, saya belum menghasilkan apa-apa dalam hidupku. Belum lagi omongan tetangga, saudara dan bahkan teman sendiri terkadang sangat menyakitkan. Tanpa rasa malu / pekewuh (dalam bahasa jawa) dengan enaknya bilang “Kapan nikah?, udah si kamu nikah aja daripada pusing nyari kerja?, ingat umur kamu mau samgong, hati-hati lho kalau gak segera nikah nanti waktu punya anak kamu yang susah, kamu kebanyakan pilah-pilih mungkin” dan masih banyak lagi. Saat ini saya baru saja kena PHK dari perusahaan, dikarenakan pekerjaan yang memakai target penjualan. Saya merupakan eks karyawan Bank Perkreditan Rakyat di kotaku sebagai marketing officer.

Pengalaman dalam bekerjaku bisa dihitung lumayan banyak, dari yang pernah jadi sales, menyebar brosur, admin proyek jalan tol,  menjadi back office di sebuah perusahaan finance, Marketing hotel namun semuanya tidak ada yang bertahan cukup lama. Tentunya cukup sedih bukan?. Padahal saya lulusan dari S1 Pendidikan Bahasa Indonesia. Namun apa dikata nasib seseorang berbeda-beda. Setiap orang punya jalan dan ceritanya masing-masing.

Dan saat ini sayapun masih menganggur alias belum bekerja. Sudah banyak lamaran yang saya titipkan di perusahaan-perusahaan bahkan di luar kota. Telah saya lalui dari tes wawancara, tes tertulis namun hasilnya, hmm…lagi-lagi belum beruntung. Perasaan rendah diri dan tidak nyamanlah yang saya rasakan sekarang. Terkadang saat saya berkumpul dengan teman-teman, saya merasa minder dengan mereka yang sudah mempunyai anak, ada yang jadi PNS, Dosen dan Bankir BUMN di kotanya. Namun  saya diingatkan lagi saat berada di jalan raya banyak mereka yang masih kekurangan. Dari yang bapak-bapak tua yang menjajakan jualannya, ibu-ibu renta yang masih mau bekerja dengan menjual makanan dengan gendongan dipikulnya meskipun disambut panas terik matahari.

Saya menangis ketika melihat mereka, betapa kurang bersyukurnya saya saat ini.  Saya yang masih diberi keluarga yang lengkap dan Alhamdulillah saya masih diberi kehidupan yang nyaman dengan tidur di atas kasur, rumah yang ber AC. Setiap malam saya merenung dan berpikir apa yang harus saya lakukan agar saya menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Perkataan itu selalu muncul setiap malam ketika akan tidur.

Menghadapi Hidup Yang Terkadang Tidak  Sesuai Rencana

Saya mengambil buku / catatan untuk diri saya. Saya tuliskan resolusi di tahun 2020 ini. Diantaranya saya lebih giat berdoa dan lebih banyak sedekah, yang biasanya hanya melakukan sholat fardlu saya tambahkan sholat sunnah-sunnahnya. Namun semua ini bukan semata-mata hanya karena saat saya berada di posisi seperti ini. Sholat sunah sudah saya biasakan dari saat SMP. Puasa Senin – Kamis dan perbanyak silahturahmi dengan saudara atau kerabat.

Saya mengikuti berbagai kegiatan sosial diantaranya ikut komunitas Animal Lover kegiatan ini berfungsi untuk merescue hewan-hewan yang sakit parah tanpa mempunyai pemilik. Kemudian saya ikut seminar, gathering  olah raga, aerobic dan ikut khursus bahasa asing, baca buku di perpustakan. Semua ini saya lakukan untuk mengisi waktu luang saya disaat menganggur ini.

Sebenarnya saya sangat sedih ketika baru kemarin saja saat mendaftar di sebuah perusahaan saya kenal dengan kepala cabang dari perusahaan,merefrensikan agar mendaftar di perusahaan yang direkomendasikannya. Saya mengajak teman saya untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Namun apa  yang terjadi teman saya justru yang lolos dari test yang diberikan. Dan  lagi…lagi saya masih mengalami kegagalan yang sama. Hampir putus asa dalam hati ini. Padahal saya selama ini sudah melakukan ikhtiar. Namun dalam hati nuraniku berkata “jangan pernah kamu putus semangat sayang”. 

Setiap saya mengalami kegagalan saya berusaha menerima dengan lapang, termasuk menjalani kisah cinta yang selalu menyedihkan. Dihianati, ditinggalkan tanpa alasan. Mungkin ini alasan Tuhan terkadang harus memberikan orang yang salah agar kita tidak tergesa-gesa dalam melangkah. Saat ini saya hanya bisa berdoa dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Hal yang harus kamu lakukan disaat kamu mengalami titik terendah adalah sebagai berikut.

1.        Percaya diri

Kamu harus percaya diri dengan kelebihan yang diberikan Tuhan. Bukankah Tuhan telah memberikannya. Galilah apa yang ada di potensi dirimu

2.        Isilah dengan kegiatan positif

Kamu dapat mengisi kegiatan luangmu dengan kegiatan positif misal dengan ikut kerja bakti, komunitas atau kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hidup ini bukan hanya sekedar cinta-cintaan.

3.        Bergaulah dengan teman kamu yang sevisi dengan jiwa kamu

Maka di sini kamu akan mendapatkan dirimu sebenarnya, dan bertemanlah dengan mereka yang membawa energi postif.

4.        Berdoalah Pada Tuhan Agar Selalu Senantiasa Menuntun Hidup Kita

Poin di atas adalah yang paling penting dan berpengaruh dalam hidup kita. Dimanapun kita berada baik dalam keadaaan susah, senang ingatlah selalu Tuhan ada di dalalm hati kita. Karena Dia-lah adalah kekuatan kita.

Semoga di tahun 2020 ini kita menjadi lebih baik, berharga dan bermanfaat buat diri-sendiri dan orang lain.

Kamis, 28 Mei 2020

Kucingku yang malang

Tepat ditanggal 27 Mei 2020 ketika mataku baru terbuka, aku ingin ke teras depan untuk sekedar melihat udara pagi. Sebelumnya Ibu curiga dari dalam rumah seperti ada bau kotoran kucing. Kupikir sisa makanan kucing yang terletak di atas kulkas yang ku beri tadi malam, yaitu nasi pindang. Jadi aku langsung menyingkirkan dan membuangnya. Namun bau itu tak kunjung hilang. Akhirnya akupun berjalan menuju teras dengan keponakanku yang menginap di rumahku tadi malam, dia melihat ada kotoran kucing di depan pintu. Sontak aku langsung menghindarinya. Dan setelah beberapa detik baru duduk di kursi depan, kulihat kaki kucingku Liteng di bawah meja, saat kubuka taplak meja ternyata dia sudah mati terkapar ( hua…hua..hua) aku langsung nangis saat itu juga. ternyata kucingku mati terkena racun tikus. Ya sudah hampir 4 atau 5 kucing mati dengan racun tikus dalam seminggu. Tentunya matipun tidak jauh dari rumahku. Saya sedih sekali ketika itu. Saya tidak bisa seuzon dengan tetangga tapi yang jelas pelakunya adalah orang yang tak jauh dari rumahku.

Ketika puasa pun sama kejadiannya, kucing liar yang biasa kuberi makan tiba-tiba mati mendadak dengan mulut mengeluarkan busa / air liur. Namun aku tak menuntut atau mencari tahu. Tetapi semakin ke sini kucing yang mati tambah banyak. berarti ini pertanda orangnya yang GOBLOK. Masang racun tikus di sembarang tempat. Aku tahu dia masang di rumahnya sendiri tapi cukup GOBLOK BANGET. Namun tanggpanku direspon sinis menyalahkanku yang punya kucing, kenapa kucingnya gak di kandang, “mangkle batinku”

Aku pun naik pitam. Akhirnya ku buat selebaran bentuk JPG kukirim lewat wa ayahku. Sebelumya aku chat ke Pak RT namun dia tidak bisa mengsharekan ke grup RT. Dia menyarankan kenapa gk lewat hp nomor ayahmu?. Dan aku juga gak terlintas. Terpaksa kukirim lewat grup wa ayahku tanpa sepegetahuannya. Setelah itu, aku ke fotocopi untuk memperbanyak lembaran himbauan sembari mengirim permintaan maafku kepada ayah yang telah lancang mengirim wa lewat nomornya. Saat disharepun tentunya ada yang kontra.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, gak semua orang punya rasa peduli atau empati kepada mahkluk Tuhan lainnya. Terbukti yang mereka pikirkan hanya untuk kepentingan ego dirinya sendiri, demi ingin membunuh Tikus / werok –werok yang ada di sekitar tanpa memikirkan bahwa tetangganya ada yang punya kucing. Emang secara hukum dia menang, karena racun ditaruh di rumah dia. Dan bukan niat untuk meracun kucing. Tapi kalau udah mati sampe 5x itu tandanya “ELO GOBLOK MANUSIA BEGO” sebal aku. Sebenarnya pasti banyak cara lain untuk membunuh tikus / werok selain Racun Tikus yang bubuk. Sumpah ini orang kebangetan gobloknya. Jujur sedih banget aku.

Aku bersumpah semoga dia mati keracunan. Amin ya robbal Alamin. Buat kucingku sekarang kamu udah tenang Liteng di Surga. Dan aku yang akan membalaskan dendammu dengan cara meminta Tuhan supaya dia disadarkan kalau perlu menyusul masuk surga juga secara secepatnya Amin.