Bagaimana Menghadapi Quarter Life
Crisis Atau Titik Terendah Dalam Hidup
Di tahun 2020 ini tentunya akan menjadi tahun yang membuat semakin worried up bagi saya. Pasalnya di usiaku yang hampir menginjak 30 tahun ini, saya belum menghasilkan apa-apa dalam hidupku. Belum lagi omongan tetangga, saudara dan bahkan teman sendiri terkadang sangat menyakitkan. Tanpa rasa malu / pekewuh (dalam bahasa jawa) dengan enaknya bilang “Kapan nikah?, udah si kamu nikah aja daripada pusing nyari kerja?, ingat umur kamu mau samgong, hati-hati lho kalau gak segera nikah nanti waktu punya anak kamu yang susah, kamu kebanyakan pilah-pilih mungkin” dan masih banyak lagi. Saat ini saya baru saja kena PHK dari perusahaan, dikarenakan pekerjaan yang memakai target penjualan. Saya merupakan eks karyawan Bank Perkreditan Rakyat di kotaku sebagai marketing officer.
Pengalaman dalam bekerjaku bisa dihitung lumayan banyak, dari yang pernah jadi sales, menyebar brosur, admin proyek jalan tol, menjadi back office di sebuah perusahaan finance, Marketing hotel namun semuanya tidak ada yang bertahan cukup lama. Tentunya cukup sedih bukan?. Padahal saya lulusan dari S1 Pendidikan Bahasa Indonesia. Namun apa dikata nasib seseorang berbeda-beda. Setiap orang punya jalan dan ceritanya masing-masing.
Dan saat ini sayapun masih menganggur alias belum bekerja. Sudah banyak lamaran yang saya titipkan di perusahaan-perusahaan bahkan di luar kota. Telah saya lalui dari tes wawancara, tes tertulis namun hasilnya, hmm…lagi-lagi belum beruntung. Perasaan rendah diri dan tidak nyamanlah yang saya rasakan sekarang. Terkadang saat saya berkumpul dengan teman-teman, saya merasa minder dengan mereka yang sudah mempunyai anak, ada yang jadi PNS, Dosen dan Bankir BUMN di kotanya. Namun saya diingatkan lagi saat berada di jalan raya banyak mereka yang masih kekurangan. Dari yang bapak-bapak tua yang menjajakan jualannya, ibu-ibu renta yang masih mau bekerja dengan menjual makanan dengan gendongan dipikulnya meskipun disambut panas terik matahari.
Saya menangis ketika melihat mereka, betapa kurang bersyukurnya saya saat ini. Saya yang masih diberi keluarga yang lengkap dan Alhamdulillah saya masih diberi kehidupan yang nyaman dengan tidur di atas kasur, rumah yang ber AC. Setiap malam saya merenung dan berpikir apa yang harus saya lakukan agar saya menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Perkataan itu selalu muncul setiap malam ketika akan tidur.
Menghadapi Hidup Yang Terkadang Tidak Sesuai Rencana
Saya mengambil buku / catatan untuk diri saya. Saya tuliskan resolusi di tahun 2020 ini. Diantaranya saya lebih giat berdoa dan lebih banyak sedekah, yang biasanya hanya melakukan sholat fardlu saya tambahkan sholat sunnah-sunnahnya. Namun semua ini bukan semata-mata hanya karena saat saya berada di posisi seperti ini. Sholat sunah sudah saya biasakan dari saat SMP. Puasa Senin – Kamis dan perbanyak silahturahmi dengan saudara atau kerabat.
Saya mengikuti berbagai kegiatan sosial diantaranya ikut komunitas Animal Lover kegiatan ini berfungsi untuk merescue hewan-hewan yang sakit parah tanpa mempunyai pemilik. Kemudian saya ikut seminar, gathering olah raga, aerobic dan ikut khursus bahasa asing, baca buku di perpustakan. Semua ini saya lakukan untuk mengisi waktu luang saya disaat menganggur ini.
Sebenarnya saya sangat sedih ketika baru kemarin saja saat mendaftar di sebuah perusahaan saya kenal dengan kepala cabang dari perusahaan,merefrensikan agar mendaftar di perusahaan yang direkomendasikannya. Saya mengajak teman saya untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Namun apa yang terjadi teman saya justru yang lolos dari test yang diberikan. Dan lagi…lagi saya masih mengalami kegagalan yang sama. Hampir putus asa dalam hati ini. Padahal saya selama ini sudah melakukan ikhtiar. Namun dalam hati nuraniku berkata “jangan pernah kamu putus semangat sayang”.
Setiap saya mengalami kegagalan saya berusaha menerima dengan lapang, termasuk menjalani kisah cinta yang selalu menyedihkan. Dihianati, ditinggalkan tanpa alasan. Mungkin ini alasan Tuhan terkadang harus memberikan orang yang salah agar kita tidak tergesa-gesa dalam melangkah. Saat ini saya hanya bisa berdoa dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Hal yang harus kamu lakukan disaat kamu mengalami titik terendah adalah sebagai berikut.
1. Percaya diri
Kamu harus percaya diri dengan kelebihan yang diberikan Tuhan. Bukankah Tuhan telah memberikannya. Galilah apa yang ada di potensi dirimu
2. Isilah dengan kegiatan positif
Kamu dapat mengisi kegiatan luangmu dengan kegiatan positif misal dengan ikut kerja bakti, komunitas atau kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hidup ini bukan hanya sekedar cinta-cintaan.
3. Bergaulah dengan teman kamu yang sevisi dengan jiwa kamu
Maka di sini kamu akan mendapatkan dirimu sebenarnya, dan bertemanlah dengan mereka yang membawa energi postif.
4. Berdoalah Pada Tuhan Agar Selalu Senantiasa Menuntun Hidup Kita
Poin di atas adalah yang paling penting dan berpengaruh dalam hidup kita. Dimanapun kita berada baik dalam keadaaan susah, senang ingatlah selalu Tuhan ada di dalalm hati kita. Karena Dia-lah adalah kekuatan kita.
Semoga di tahun 2020 ini kita menjadi lebih baik, berharga dan bermanfaat buat diri-sendiri dan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar